Tanya Jawab

Tanya Jawab Seputar Pendidikan di Negara Jerman

Seputar Perguruan Tinggi di Jerman

Benar sekali. Pemerintah Jerman membiayai penuh biaya operasional  seperti gaji professor, doktor, riset dan fasilitas. Kalau dihitung, subsidi dari pemerintah Jerman ini mengeluarkan €30.000 / mahasiswa / tahun atau sekitar 450 juta. Kalau 4 tahun kuliah total subsidi atau beasiswa biaya kuliah mencapai 1,8 miliar rupiah. Di Jerman ada 16 negara bagian, dan kesemuanya tidak dikenakan biaya kuliah atau gratis.

Benar sekali, tetapi itu untuk membayar biaya administrasi sebesar € 100 – € 300/ semesternya tergantung negara bagian. Biaya administrasi ini digunakan untuk pembuatan kartu mahasiswa, fasilitas perpustakaan, dan biaya transportasi dalam kota negara bagian Jerman selama satu semester (enam bulan). Dan ini menjadi kelebihan kuliah di Jerman karena Semeterticket ini bukan hanya berfungsi sebagai kartu mahasiswa, akan tetapi menjadi tiket gratis transportasi umum, alat pembayaran bahkan untuk masuk ke beberapa bangunan kampus dan bahkan apartemen kita.

 

Semesterticket Uni Frankfurt

Tidak ada Universitas bagus atau jelek di Jerman. Karena di Jerman terdapat 410 Perguruan Tinggi (2015), 95% Perguruan Tinggi Negeri , 90% tenaga pengajar bergelar Doktor/Professor & semua Perguruan Tinggi/Universitas di Jerman kualitasnya sama, sudah standarisasi, semuanya berkualitas tingg dan level dunia.

Bagi yang ingin mengambil Bachelor Degree (Program S1) di Jerman diharuskan dapat menguasai bahasa Jerman karena bahasa pengantar di perkuliahan adalah bahasa Jerman. Untuk itu Kami, Jerman Manajemen memfasilitasi layanan program Intesive bahasa jerman selama 4-5 bulan sebelum keberangkatan ke Jerman & program super intensive bahasa Jerman selama 1 tahun di SprachkenAkademie Kota Aachen, salah satu akademie terbaik di negara Jerman. Sedangkan untuk Master degree tidak harus menguasai bahasa Jerman karena di Jerman terdapat program Master Internasional dengan bahasa pengantar bahasa Inggris meskipun pilihan jurusan tidak sebanyak di dalam bahasa Jerman

Untuk program studi di Jerman kurang lebih sekitar 2000 pilihan program studi yang bisa dipilih. Mulai dari program studi teknik, ekonomi, kedokteran, ilmu sosial, seni dan Germanistik hingga komputer. Berikut jurusan-jurusan yang biasanya dipilih oleh siswa Indonesia:

  • Program studi teknik meliputi: elektro, mesin, arsitektur, sipil, industri, penerbangan.
  • Program studi kedokteran: umum, gigi, hewan, spesialis.
  • Program studi FISIP: pendidikan, sosial, hubungan internasional, ilmu politik.
  • Program studi ekonomi: akuntansi, ekonomi, keuangan.
  • Program studi manajemen: pemasaran, SDM, logistik, keuangan, manajemen.
  • Program studi hukum: perdata, pidana, hukum internasional.
  • Program studi MIPA: bioteknologi, kimia, fisika, matematika.
  • Program studi seni budaya: design, musik, budaya, bahasa.
  • Program studi komputer: IT, ilmu komputer, business computing, teknik informatika.
  • Dan ribuan program studi lainnya.
Kuliah Bachelor S1 di Jerman

Masa studi untuk program S1(Bachelor Degree) di Jerman umumnya relatif sama dengan masa studi di Indonesia atau negara-negara lainnya yaitu 6 – 8 semester atau 3 – 4 tahun. Adapun untuk jurusan kedokteran masa studinya bisa mencapai12 – 16 semester atau 6-8 tahun.

Kuliah Master S2 di Jerman

Masa studi untuk program S2 (master) di Jerman normalnya berlangsung 2 tahun. Ada beberapa jurusan dapat diselesaikan dengan 1 tahun saja.

Kuliah Doktoran S3 di Jerman

Masa studi untuk S3 di Jerman bervariasi tergantung jenis program doktoran. Untuk program S3 terstruktur dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun. Untuk S3 mandiri dapat diselesaikan 5 tahun karena harus membagi waktu dengan perkerjaan di Institut dan kemudian mengurus proyek disertasi pribadi

Sulit atau mudah itu relatif. Tetapi kami akan membagi dua kemungkinan jawaban dimana siswa nanti bisa menjawab sendiri ketika sebelum berangkat ke Jerman

Kuliah di Jerman sulit apabila:
  • Niat awal ke Jerman bukan untuk melanjutkan pendidikan
  • Memaksakan diri karena dorongan dari orang tua atau keluarga
  • Meningkatkan gengsi di keluarga dan teman
  • Memaksakan jurusan di Jerman misalnya nilai biologi paling jelek ingin kuliah kedokteran
  • Sudah tahu lambat dalam menerima pelajaran, tapi masih malas-malasan belajar
  • Suka menunda-nunda dan lebih memilih melakukan hal yang menyenangkan (streaming, nonton, nge-game, dll)
  • Sangat bergantung pada lembaga yang mengurus
  • Terlalu memudahkan semua urusan di Jerman
  • Mudah menyalahkan orang lain tetapi minim introspeksi diri
  • Merasa paling benar, lebih tahu dan tidak mau mendengarkan saran contact person di Jerman
  • Kecanduan internet, games online (dota, warcraft, point blank, dll), jalan-jalan, terlalu sering party, sering begadang, dan pacaran.
  • Terlalu sibuk dengan organisasi atau terlalu sibuk kerja
  • Terlalu sering dan banyak bergaul dengan mahasiswa Indonesia di Jerman
  • Malas beribadah untuk mendekatkan diri kepada Maha Kuasa
Kuliah di Jerman terasa mudah apabila:
  • Niat dan tekat bulat kuliah di Jerman untuk sukses membantu orang tua
  • Sudah punya tujuan jelas mau kuliah apa dan ditunjang dengan nilai akademik semasa SMA cukup baik
  • Dukungan penuh orang tua dan keluarga
  • Paham betul untuk memanfaatkan kelebihan diri dan meminimalisir kekurangan diri (misalkan lambat dalam berhitung, mengambil jurusan ilmu sosial)
  • Kalau lambat dalam menerima pelajaran, dengan senang hati mau belajar lebih giat
  • Menyegerakan perkerjaan yang bisa dikerjaan di awal waktu (bikin makalah, kerjain tugas, cari referensi)
  • Mandiri dan Memanfaatkan waktu semasa dibantu Jerman Manajemen untuk belajar proses semua urusan di Jerman serta berani mencoba sendiri
  • Berkerja keras dalam segala hal baik belajar, mengerjakan ujian, mencari kerja, mencari rumah, dll
  • Disiplin waktu, keuangan, dan dalam segala hal selama di Jerman
  • Manajemen diri yang baik
  • Mempunyai teman lebih banyak orang Jerman daripada orang Indonesia
  • Mau dan selalu berusaha untuk memperbaiki diri menjadi orang yang lebih baik
  • Rajin dan tekun beribadah kepada Yang Maha Kuasa

Prosedur Akademik di Jerman

  • Bagi yang ingin mengambil program Bachelor :
    • Lulus SMA/MA
    • Memiliki nilai rata-rata rapot, Ijazah dan SKHUN min. 6,0 (khusus kedokteran 8,0)
    • Persiapan bahasa Jerman 600 – 700 jam atau sertifikat B1 (program bahasa Jerman sudah termasuk)
  • Bagi yang ingin mengambil program Master :
    • Lulus S1 bukan D4 dari Universitas yang terdaftar di Jerman
    • Transkrip Nilai minimal IPK 3.00 skala 4.00
    • Ijazah dan SKHUN SMA
    • TOEFL (IBT) min. 94 atau IELTS min. 7.0 (khusus program internasional)
    • Test DaF 4×4 atau Test DSH 2 atau Goethe Sertifikat C2 (GDS) atau TELC C1 (khusus program full Jerman)
    • Surat Rekomendasi dari dosen di Universitas ketika S1
    • Surat Rekomendasi dari Tempat kerja (apabila sudah bekerja)

Tidak ada kata lain selain mengikuti Ujian Nasional Perbaikan di kota mana pun siswa berada saat itu.

Nilai Ujian Nasional minimum 60 ini adalah per mata pelajaran bukan rata-rata dari Nilai Ujian Nasional atau bahkan rata-rata dengan ujian-ujian lainnya.

Kalau pemerintah Jerman sudah menentukan batas nilai minimum UN adalah 60 dan siswa tidak mau mengikuti Ujian Nasional Perbaikan, maka siswa harus mengetahui jika peluang diterima di Jerman akan berkurang cukup signifikan baik di Studienkolleg atau di Universitas nanti ketika sudah selesai Studienkolleg. Karena nilai UN adalah salah satu syarat mengukuti Ujian Masuk Studienkolleg atau Aufnahmeprüfung. 

Informasi dapat dilihat di https://unp.kemdikbud.go.id

Atau terus memantau website Kemendikbud https://www.kemdikbud.go.id/main/

Anda dapat mengunjungi website BSNP http://bsnp-indonesia.org/

Tergantung keputusan dari Kemendikbud dan rekomendasi dari BSNP

Ada dua kemungkinan, pertama tetap ikut ujian perbaikan di periode berikutnya atau ke Jerman dengan nilai seadanya dengan konsekuensi izin tinggal hanya berlaku maksimum 1 tahun di Jerman. Normalnya visa persiapan studi bisa diperpanjang sampai dengan 2 tahun.

Tidak ada batasan umur bagi yang melanjutkan studi ke Jerman

Bisa, apabila siswa memiliki sertifikat bahasa jerman level A1 tetapi jika siswa lulus SMA/MA belum memiliki sertifikat bahasa di level A1 sebaiknya mengikuti program bahasa terlebih dahulu selama beberapa bulan di Indonesia sebelum nanti belajar 8-9 bulan langsung di Jerman. Dan program bahasa tersebut merupakan salah satu layanan yang kami berikan bagi siswa/i yang akan studi di Jerman. Berikut adalah rencana persiapan studi siswa :

  • Awal Program April – September
  • Berangkat ke Jerman September/ Oktober
  • Program Super Intensive Bahasa Jerman 8-9 Bulan di Kota Aachen, Jerman
  • Perkuliahan Studienkolleg : Sommersemester (Maret) / Wintersemester (Oktober)
Ijazah Paket C

Bisa iya bisa jadi tidak, artinya kemungkinan bisa akan tetapi tidak semua Studienkolleg menerima Paket C jika mau studi di Jerman untuk S1 atau Bachelor. Mengapa? Karena sebelum kuliah S1 atau Bachelor kita wajib untuk mengikuti Studienkolleg. Untuk mendaftar Studienkolleg ini ada yang langsung dan melalui perantara Uni-Assist.

Biasanya masalah datang ketika mendaftar melalui perantara Uni-Assist ini karena Uni-Assist ini benar-benar mengikuti pedoman dari Anabin. Apa yang tidak tertulis di Anabin. Pasti mereka tolak. Walaupun Paket C di Indonesia diperuntukan untuk mereka sebagai pengganti SMA karena home schooling atau karena sesuatu hal tidak dapat melanjutkan pendidikan formal di sekolah. Mereka tetap akan menolak lamaran kita dikarenakan ijazah tidak ada di Anabin. Repot kan?

Jadi satu-satunya jalan ialah dengan mencari Studienkolleg yang mendaftar secara langsung karena ada beberapa kali informasi dari pemilik Paket C di Jerman yang bisa Stk bahkan sekarang sudah kuliah, dia mendaftar dengan menghindari Uni-Assist.

Sayangnya, dari sekitar 25 Stk yang dibiayai pemerintah hanya sedikit sekali yang tidak menggunakan Uni Assist.

Kesimpulan: Bisa menggunakan Paket C akan tetapi harus dilihat kasus per kasus dan peluang diterima kecil walaupun tetap ada peluang. Kami tidak menyarankan akan kuliah di Jerman dengan menggunakan Ijazah Paket C.

Tidak bisa karena perbedaan sistem pendidikan. Di negara Jerman SMK setara seperti Berufschule. Dan bagi para pelajar Jerman sekali pun jika ingin kuliah maka bagaimana pun caranya mereka harus mengambil ujian Abitur (Ujian Nasional) untuk bisa kuliah di Jerman.

Syarat dan ketentuan tentu saja berlaku. Ada beberapa kriteria Cambridge International Qualification agar bisa diakui di Jerman. Salah satunya anda bisa membaca tautan berikut ini

Tidak Bisa. Karena sistem pendidikan Diploma 1, 2, 3, dan 4 bukan merupakan gelar akademik di Jerman sehingga kecil sekali ada kemungkinan untuk melanjutkan studi di Jerman terkecuali mengulang Bachelor atau S1 di Jerman, siswa dapat menggunakan ijazah SMA atau MA yang ada.

Bisa, selama jurusan dan Universitas di Indonesia tersebut terdaftar di Jerman, seharusnya tidak ada masalah untuk melanjutkan studi di Jerman.

  1. Silahkan buka https://anabin.kmk.org/anabin.html
  2. Pilih Institutionen di sebelah kiri
  3. Tampilan di sebelah kanan akan berganti menjadi dua pilihan menu “Info” dan “Suchen”, kemudikan pilih “Suchen”
  4. Klik “Länderauswahl” pilih huruf “I” untuk “Indonesien”
  5. Pada pilihan “alle Orte” silahkan cari huruf tempat asal Universitas yang dicari misalkan Yogkarta, Bandung, Malang, dll.
  6. Jika terlalu banyak nama Universitas yang muncul, silahkan masukan sebagian nama Universitas misal “Universitas Islam…..” atau “Sekolah Tinggi…..”
  7. Silahkan lihat daftar, semoga Universitasnya masuk ya
  8. Jika ada status +/- (plus minus) artinya tidak ada masalah dan jika statusnya “-” (minus) seperti foto dibawah ini artinya tidak bisa kuliah ke Jerman karena biasanya status ini berlaku bagi sekolah kedinasan atau Universitas bukan sains atau lebih ke sekolah profesi. Jadi kemungkinan besar aplikasi ditolak Universitas karena semua Universitas sangat berpatokan pada daftar ini.
  9. Kalau Universitas kamu terdaftar di Anabin tapi pastikan kembali dengan klik nama Universitasnya, kalau nama jurusannya ada didalam daftar ini seharusnya tidak masalah, akan tetapi kalau daftar Universitasnya tidak masuk dalam daftar ini, kemungkinan juga aplikasi tetap ditolak karena jurusan tidak terdaftar.

Ada dua kemungkinan alasan jurusan tersebut tidak terdaftar, pertama karena status akreditasinya yang masih dipertanyakan, kedua jurusan tersebut baru. Jika jurusan itu baru, maka siswa masih bisa mengurus surat keterangan status akreditasi dari BAN-PT, akan tetapi cara ini tidak kami sarankan karena prosesnya panjang dan hasilnya juga ada kemungkinan ditolak.

Silahkan jika tetap ingin mendaftar walaupun hasilnya kemungkinan besar tidak sesuai harapan (ditolak) karena Universitas di Jerman sangat berpatokan dengan daftar dari Anabin ini.

Lain ladang lain belalang. Lain negara lain pula sistem dan aturannya. Alangkah bijaknya kalau kita tidak membandingkan dua negara antara Jerman dengan negara lainnya diluar Indonesia, karena bisa jadi perbandingan tersebut tidak “apples to apples” atau karena perbedaan sistem pendidikan. Jerman memiliki sistem dan standarisasi sendiri yang mungkin tidak bisa kita ketahui parameternya.

Biaya Hidup di Jerman dan Tempat Tinggal di Aachen

Sebagai gambaran, rata-rata biaya hidup di kota Aachen bisa menghabiskan 450-550 euro / setara dengan 6-8 juta sudah termasuk tempat tinggal, makan & minum, asuransi kesehatan, transportasi, telfon,internet dll

Tempat tinggal €180
Nebenkosten (listrik, air, kebersihan) €70
Makan €100
Asuransi kesehatan €28
Biaya transport €60
telp / hp €10-€30
Internet / WiFI €5

Tentu saja, Jerman Manajemen sudah mempersiapkan tempat tinggal jauh sebelum siswa berangkat.

Tidak bisa, karena lokasi tempat tinggal sudah diatur oleh pengelola apartemen atau tempat tinggal. Jerman Manajemen akan menempatkan teman satu kamar seperti siswa laki-laki bersama dengan laki-laki atau sebaliknya. Perubahan lebih lanjut nanti diatur ketika sudah tiba di Jerman.

Untuk saat ini kami tidak berani memastikan apakah bisa membooking kamar sendirian walupun harus membayar sewa 2x lipat.

Tidak perlu khawatir, karena jumlah penduduk muslim di negara bagian Nordrhein-Westfalen atau kota Aachen cukup banyak. Ada banyak sekali restaurant atau tempat makan yang menyediakan produk makanan halal. Bahkan toko daging halal pun ada di Aachen. Dari 16 negara bagian di Jerman. Nordrhein-Westfalen memiliki prosentase penduduk muslim terbesar dan terbanyak se Jerman.

Kota Aachen dari tahun 2019 ini tercatat ada 19 Masjid yang terdaftar di kota Aachen. Bisa jadi lebih banyak karena beberapa Masjid tidak terdata karena adalah masjid komunitas suatu negara tertentu.

https://www.moscheesuche.de/moschee/stadt/aachen/2579

Kami menyarankan setidaknya paling sedikit €1,000 wajib disiapkan untuk sebulan pertama tinggal di Jerman sebelum rekening siswa aktif. Jumlah tersebut bisa lebih banyak jika siswa boros dalam mengelola pengeluaran.

Rekening siswa tidak langsung aktif sementara siswa perlu membeli beberapa perlengkapan seperti bantal, selimut, seprai, alat memasak dan makan jika diperlukan.

Peluang Kerja di Jerman

Part time (paruh waktu) dengan bekerja yang beragam, tidak perlu keahlian khusus contohnya : kerja di restaurant, di pabrik, di kampus dll, dengan anak bekerja kurang lebih 1,5 jam/hari

anak bisa menghasilkan sekitar 8,5 euro/jam ,apabila anak kerja dalam waktu sebulan anak bisa menghasilkan 425 euro/bulan atau setara dengan 6,4 juta.

Apabila anak merasa tidak cocok / merasa terganggu pada kerja part time, anak bisa mengambil kesempatan bekerja pada saat libur kuliah, libur kuliah di jerman 3 bulan (2 bulan di musim panas & 1 bulan di musim dingin)

contoh anak kerja di perusahaan besar ( Bosch) di kota Nürnberg, anak mampu menghasilkan 3500 euro/bulan, apabila anak full bekerja dalam waktu 3 bulan anak bisa menghasilkan 10.500 euro atau setara dengan 157,5 juta rupiah.

Semua tergantung dari siswa. Jika keliling kota dimana siswa tinggal pasti ada kerjaan di pusat perbelanjaan, butik, restoran, cafe, dan beberapa papan pengumuman di kampus. Kalau tidak sempat berkeliling, bisa menggunakan jasa agen pencari kerja dan memanfaatkan website dan situs pencari yang banyak memuat lowongan kerja khusus mahasiswa.

Sulit mendapatkan kerja parttime atau fulltime di Jerman apabila:

  • Malas mencari kerja, lebih senang di rumah
  • Suka pilih-pilih dalam mencari kerja
  • Maunya instan pengen cepat dapat kerja enak bayaran mahal
  • Gengsi atau malu kerja kasar
  • Merasa orang tua masih bisa membiayai
  • Dari awal memang tidak niat bantu bantu finansial orang tua

Mudah dapat kerja di Jerman jikalau:

  • Paham tanggung jawab dan amanat dari orang tua
  • Berniat bantu orang tua
  • Motivasi tinggi ingin sukses di Jerman
  • Mau bergerak mencari kerja
  • Tidak terlaluh pemilih
  • Gengsi nomor sekian yang penting finansial aman
  • Siap kerja dimanapun dan kapapun

Mungkin seperti itu gambarannya. Semua tergantung dari siswa itu sendiri. Selama bahasa Jerman lancar lisan dan tertulis, mendapatkan kerjaan bukan hal yang sulit.

Syarat kerja parttime dan full time di Jerman khusus peserta kursus bahasa Jerman?
  • Lancar bahasa Jerman lisan dan tertulis
  • Izin kerja sesuai dengan Zusatzblatt (kertas tambahan) pada Aufenthaltstitel
  • Normalnya hanya diperbolehkan ketika liburan saja dengan melampirkan Ferienbescheinigung (surat keterangan libur dari tempat belajar bahasa)
  • Terdaftar dan memiliki dokumen wajib pajak (Lohnsteuer)
  • Asuransi dan meminta bukti Rentenversicherung di pihak asuransinya
Syarat kerja part time dan full time di Jerman khusus mahasiswa
  • Izin kerja sesuai dengan Zusatzblatt (kertas tambahan) pada Aufenthaltstitel
  • Kopi kartu mahasiswa yang masih aktif dan atau surat keterangan kuliah
  • Terdaftar dan memiliki dokumen wajib pajak (Lohnsteuer)
  • Asuransi dan meminta bukti Renteversicherung di pihak asuransinya
Peluang kerja di Jerman bagi lulusan Bachelor (S1)

Bisa, tergantung jurusan. Khusus jurusan MINT (Matematika, Informatika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknik) peluang kerja sangat besar dan semua kembali dari kesiapan dan pengelaman kerja siswa saat itu. Mayoritas lulusan bachelor di Jerman akan melanjutkan ke Master. Jurusan lainnya tetap ada selama mau berusaha mencari dan tidak pemilih untuk perkerjaan pertama.

Peluang kerja di Jerman bagi lulusan Master (S2)

Lulusan master di Jerman pada dasarnya memiliki peluang tidak sebaik lulusan Bachelor di Jerman karena dari segi penguasaan bahasa Jerman tentunya lulusan Bachelor di Jerman jauh lebih baik dan ada beberapa faktor lainnya. Banyak lulusan Master di Jerman kembali ke Indonesia karena tidak mendapatkan kerja di Jerman terutama program internasional dalam Bahasa Inggris. Sangat disarankan untuk mengambil S3 lagi karena akan digaji oleh Universitas.

Peluang kerja di Jerman bagi lulusan Doktor (S3)

Peluang kerja untuk lulusan S3 adalah bekerja di institut di Universitas, bisa sebagai bagian pengembangan teknik dan riset di perusahaan multi nasional.

Subsidi Lulusan Jerman dan Bantuan Kepulangan

€1.000 untuk tiket pesawat one way

Bantuan perlengkapan karir sampai dengan €10.000 sebanyak 1x

Bantuan tunjangan gaji sebesar €450 / bulan selama 24 bulan

Bantuan uang buku atau referensi sebesar €100 / tahun selama perusahaan masih berdiri

Bantuan Finansial dan Beasiswa Penuh di Jerman

Ada, untuk bantuan finansial hanya saja untuk mengurusnya sangatlah panjang birokrasinya, sehingga banyak siswa Indonesia lebih memilih cari kerja karena paling lama bulan berikutnya mereka bisa terima uang. Sementara mengurus beasiswa atau bantuan finansial biaya hidup kita harus rela menunggu selama beberapa bulan untuk nominal yang tidak bisa diprediksi (bantuan finansial). Untuk informasi lebih lanjut siswa bisa konsultasi masalah bantuan keuangan atau beasiswa di Studentenwerk atau Asta atau International Office tiap Universitas.

Ada, akan tetapi database beasiswa untuk membantu biaya hidup di Jerman lebih banyak ditawarkan ketika kita sudah menjadi mahasiswa di Jerman jadi siswa harus berangkat dengan biaya sendiri dan menjadi mahasiswa di salah satu Universitas di Jerman baru bisa mendaftar.

Perlu diingat, mayoritas pemberi beasiswa meminta penerima beasiswa harus bersedia untuk kembali ke tanah airnya setelah kuliah selesai.

Untuk mahasiswa S1

Selama ini tidak ada, hanya ditawarkan di Jerman

Untuk mahasiswa S2

Ada, hanya beberapa jurusan dan minimal 2 tahun pengalaman kerja di bidang yang sama dan wajib kembali ke Indonesia setelah selesai kuliah. Bisa cek di www.daadjkt.org

Untuk mahasiswa S3

Ada, Bisa cek di www.daadjkt.org

Hubungi Kami

  • PT. Jerman Manajamen
    Ruko Sentra Eropa Balikpapan Baru Blok AB.10/11,
    Balikpapan Selatan 76114
    Kalimantan Timur
  • Jam Operasional
    Senin-Rabu, Sabtu, Minggu (8:30 - 17:30 WITA)
    Kamis (8:30 - 13:30 WITA)
    Jum'at (Libur)
error: Content is protected !!
Hallo, ada yang bisa kami bantu?
Powered by