Berkerja di Jerman Dengan Ijazah Dari Indonesia

Berkerja di Jerman Dengan Ijazah Indonesia Bisa ga ya?

Banyak sekali yang bertanya, apakah bisa mendapatkan perkerjaan di Jerman dengan berbekal ijazah dari Universitas di Indonesia? Semua orang pasti menginginkan apakah bisa mendapatkan kerja di Jerman tanpa harus kuliah di Jerman. Jawabannya sangat tergantung kualifikasi yang dimiliki calon pelamar kerja. Bisa jadi ya bisa jadi tidak. Kami akan membahas tuntas peluang kerja di Jerman menurut pengalaman kami dari Jerman Manajemen dengan menggunakan beberapa referensi yang terpercaya.

Sejak era digital menjamur di Indonesia, informasi peluang berkerja di luar negeri banyak sekali beredar disaat ekonomi negeri ini sedang terpuruk beberapa tahun terakhir. Jerman sebagai salah satu negara maju di dunia sangat rajin berpromosi untuk mencari tenaga kerja terampil dari negara lain. Jerman juga negara yang sangat pro imigran dari segi kebijakan peraturan dan kabarnya pekerja imigran tidak dibedakan dengan tenaga kerja asli dari penduduk Jerman sendiri. Akan tetapi semua itu bukan semudah membalikkan telapak tangan karena bagi lulusan lokal Indonesia saja untuk mencari perkerjaan di Indonesia bukan perkara mudah, apalagi kita ingin berkerja lintas negara dan negara tujuan adalah negara maju.

Sebelum kita membahas lebih dalam, mari kita simak lebih lanjut video pesan dari mantan duta besar Jerman untuk Indonesia dibabawah ini.

Pesan Mantan Duta Besar Jerman Untuk Indonesia Georg Witschel

Sebelum kita mulai membahas peluang kerja di Jerman, ada salah satu website yang harus teman-teman harus baca dulu sampai tuntas untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, kami pun merekomendasikan website ini seperti saran di video mantan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Georg Witschel yaitu http://id.make-it-in-germany.com/.

Untuk bisa berkerja di Jerman ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Semakin tinggi kualifikasi pendidikan tidak menjamin peluang diterima kerja, tetapi hampir semua perkerjaan membutuhkan level pendidikan tertentu misalkan S1. Jurusan D3 di Jerman bukan dianggap sebagai pendidikan akademik akan tetapi sebagai Berufsausbildung (pendidikan perkerjaan) selama 3 tahun. Semakin ternama Universitas dan instansi ketika menempuh pendidikan maka semakin baik pula peluangnya. Lulusan SMK juga memiliki peluang untuk diterima akan tetapi tidak terlalu banyak pekerjaan di Jerman yang tersedia dengan berbekal pendidkan kejuruan seperti SMK.

Ketatnya persaingan dengan lulusan semua jenjang pendidikan di Jerman menjadi alasan mengapa Fresh graduate dari Universitas ternama Indonesia sekalipun tidak mudah untuk bersaing mendapatkan kerja di Jerman. Perusahaan Jerman tetap akan memprioritaskan lulusan dari Universitas di Jerman karena mereka sudah tau pasti kualitas pendidikan di Jerman dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Pengalaman kerja adalah kunci penting untuk bisa berkerja di Jerman. Akan tetapi antara pengalaman dan pendidikan seharusnya linear contoh sarjana teknik mesin memiliki pengalaman di bidang yang sama dalam teknik mesin. Semakin lama pengalaman kerja orang tersebut maka semakin baik pula peluangnya tapi bukan jaminan, kita lihat kembali ke poin pertama, apakah lulus di Jerman atau lulus dari Indonesia. Sudah pasti lulusan Jerman memiliki peluang lebih baik bahkan lulusan S1 di Jerman dibandingkan dengan lulusan S1 di Indonesia dan S2 di Jerman memiliki peluang lebih bagus.

Bagi teman-teman bermimpi ingin berkerja di Jerman, kuliah di Jerman adalah salah satu batu loncatan terbaik agar mendapatkan perkerjaan impian di Jerman.

Jika sudah mengantongi ijazah PTN atau PTS 10 besar Indonesia pun disertai dengan pengalaman kerja yang cukup panjang, belum tentu menjamin diterima kerja di Jerman jika bidang perkerjaan yang dipelajari tidak terlalu dibutuhkan. Saat ini pemerintah Jerman sangat membutuhkan bidang jurusan MINT (Mathematik, Informatik, Naturwissenschaften atau jurusan IPA, dan Technik). Jika ada diatara para pembaca sekalian adalah lulusan dari 4 kelompok tersebut, Jerman sangat membutuhkan jurusan tersebut, termasuk jurusan kesehatan seperti dokter dan perawat. Jadi bagi para lulusan dari jurusan diatas bisa melamar perkerjaan di Jerman cukup dari Indonesia dengan melihat beberapa lowongan di website http://id.make-it-in-germany.com/

Kemampuan bahasa Jerman mutlak dibutuhkan untuk berkerja di Jerman. Jangan berharap dengan kemampuan bahasa Inggris, karena pasti lebih banyak lowongan perkerjaan yang mengharuskan menguasai Bahasa Jerman aktif. Berdasarkan pengalaman dan beberapa website referensi terpercaya, kemampuan bahasa Jerman yang dimiliki setara B2 untuk bisa berkerja di Jerman. Kalau mau mencapai level B2, berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang belajar di Indonesia sampai level B2, maka dibutuhkan waktu satu tahun dengan belajar Superintensiv dengan belajar 5x seminggu dan setiap hari rata-ta 5-6 jam belajar. Dari level A1 ke A2 perlu waktu 3 bulan, dari A2 – B1 perlu waktu 3 bulan, dan untuk menghabiskan B2 membutuhkan waktu 6 bulan.

Banyak artikel bersarkan pengalaman pribadi menyebutkan bahwa B1 pun cukup untuk melamar kerja di Jerman. Tetapi secara pribadi penulis menyarankan B2 karena untuk berkerja, level B1 masih sangat terbatas. Perusahaan juga pasti lebih senang jika kandidat memiliki level kemampuan bahasa Jerman B2 yang memang level minimal untuk berkerja di Jerman.

Untuk bisa berkerja dari Jerman tentu para pembaca harus memenuhi beberapa kriteria diatas, dan harus banyak membaca artikel mengenai berkerja di Jerman dari beberapa referensi terpercaya kami. Carilah informasi sebanyak-banyaknya dan usahakan selalu memiliki kualifikasi lebih bukan kurang atau pas-pasan agar menjaga peluang berkarir di Jerman tetap baik.

Kesimpulan

Seperti yang dibahas didalam video pesan dari Mantan Duta Besar Jerman Georg Witschel diatas, peluang kerja sangat baik terutama bagi lulusan Jerman. Tapi tidak semua bidang perkerjaan memiliki peluang besar untuk berkerja di Jerman, jurusan MINT jadi prioritas saat ini.

Lulusan S1 di Jerman memiliki peluang kerja di Jerman lebih besar dibandingkan S1 di Indonesia dengan S2 di Jerman. Karena dengan asumsi pendidikan S1 di Jerman diperkirakan 3-4 tahun termasuk praktek minimal 1 – 3 bulan tentu akan sangat baik dibandingkan dengan S1 di Indonesia dan S2 di Jerman yang hanya 2 tahun di Jerman. Dari segi penguasaan bahasa Jerman tentu lulusan S1 jauh lebih baik dengan standar pendidikan tinggi Bachelor standar Jerman yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan kerja di Jerman. Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, banyak dari lulusan S2 di Jerman dengan ijazah S1 di Indonesia.

Referensi
http://id.make-it-in-germany.com/

http://blog.goethe.de/lajuman/archives/54-Mencari-Pekerjaan.html

http://www.bnp2tki.go.id/read/12072/JERMAN.html

https://www.numbeo.com/cost-of-living/country_result.jsp?country=Germany

Informasi Konsultasi Pendidikan di Jerman

Jerman manajemen
Ruko Sentra Eropa Blok AB.10 No. 11
Balikpapan Baru, Balikpapan 76114
Telp: (0542) 8512545 / 081385437999 /085215533344
WA: 0852135533344 Line: jerman_manajemen IG: @jerman_manajemen

error: Content is protected !!
id_IDIndonesian
en_GBEnglish (UK) id_IDIndonesian