6 Fakta Peluang Kuliah Kedokteran di Jerman

6 Fakta Peluang Kuliah Kedokteran di Jerman

Pengalaman Praktek Kuliah Kedokteran di Jerman (www.spiegel.de)

Jika ditanya seluruh siswa lulusan SMA atau kebanyakan pelajar di Indonesia mengenai cita-cita pasti banyak yang akan menjawab ingin menjadi dokter. Hampir di seluruh dunia, dari segi penghasilan, dokter adalah perkerjaan yang manjanjikan finansial yang sangat baik dan wajib untuk diperjuangkan. Selain itu profesi dokter sangat dihargai dan dihormati di banya negara termasuk Jerman sendiri. Artikel kali ini kita akan membahas  beberapa fakta peluang kuliah kedokteran di Jerman.

1. Jumlah Pendaftar dan Kuota

Jumlah mahasiswa kedokteran di Jerman Wintersemester 2016/2017 menurut Stiftung für Hochschulzulassung adalah 92.011 mahasiwa yang kedokteran di Jerman. Tahun ajaran Wintersemester 2017/2018 terdapat 43.184 siswa dari semua negara mendaftar jurusan kedokteran untuk memenuhi 9.176 tempat dari semua seluruh Universitas di Jerman. Artinya perbandingan jumlah pendaftar dan tempat yang tersedia adalah 1:5 atau dengan kata lain 1 tempat diperebutkan oleh 5 pendaftar setiap tahun ajaran baru.

Kuota penerimaan setaip tahun ditentukan berdasarkan jumlah tenaga pengajar, kapasitas ruang seminar, ruang kuliah, jumlah peralatan di laboratorium, dan sebagainya. Jdi dengan kuota tersebut bisa dijamin siswa tidak akan ada yang sampai tidak mendapatkan fasilitas pembelajaran yang memadai.

2. Syarat Nilai dan Bahasa Jerman

Sebelum kita membahas mengenai peluang pelajar Indonesia yang ingin kuliah kedokteran di Jerman, kita wajib mengetahui syarat minimum untuk kuliah kedokteran di Jerman adalah nilai UNBK dan Raport wajib diatas 8.0 bukan 6.0 seperti kebanyakan jurusan di Jerman. Dan kemampuan bahasa minimal adalah B2 atau jumlah jam pelajaran 700 jam lebih. Kurang dari tidak mungkin bisa kuliah kedokteran di Jerman. Karena di Jerman profesi dokter adalah salah satu profesi yang beresiko tinggi maka pemerintah Jerman tidak mau ambil resiko dengan menerima lulusan SMA dari luar Jerman yang tidak memenuhi syarat tersebut. Selama masa perkuliahan nanti pun pelajaran dan materi perkuliahan pun juga sangat padat dengan tugas dan beberapa materia yang wajib dikuasai atau dihapal. Jadi nilai akademik adalah indikator kesiapan siswa tersebut untuk kuliah kedokteran di Jerman terutama bagi mahasiswa internasional di Jerman.

3. Jumlah Universitas

Sampai dengan hari ini, di Jerman terdapat sekitar 38 Universitas yang menawarkan program kedokteran dan hanya satu diantaranya berstatus Universitas Swasta artinya tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah Jerman. Seperti normalnya semua jurusan di Jerman, untuk berkuliah kedokteran di Jerman tidak ada test masuk seperti di Indonesia. Siswa juga tidak dikenakan biaya kuliah (Tuition Fee / Semestergebühren) yang dibayarkan ke Universitas. Akan tetapi tepat tahun ajaran Wintersemester 2017/2018 lalu pemerintah Baden Württemberg memberlakukan biaya kuliah khusus mahasiswa non Uni Eropa sebesar €1.500 / semester. Tapi sebenarnya nominal tersebut masih tergolong murah dibandingkan dengan kuliah kedokteran di Indonesia.

Medizinische Ausbildung an Hochschulen in Deutschland
Hochschule Ort Bundesland
Albert-Ludwigs-Universität Freiburg Freiburg im Breisgau Baden-Württemberg
Eberhard Karls Universität Tübingen Tübingen Baden-Württemberg
Medizinische Fakultät der Universität Heidelberg Mannheim Baden-Württemberg
Ruprecht-Karls-Universität Heidelberg Heidelberg Baden-Württemberg
Universität Ulm Ulm Baden-Württemberg
Friedrich-Alexander-Universität Erlangen-Nürnberg Erlangen Bayern
Julius-Maximilians-Universität Würzburg Würzburg Bayern
Ludwig-Maximilians-Universität München München Bayern
Technische Universität München München Bayern
Universität Regensburg Regensburg Bayern
Charité – Universitätsmedizin Berlin Berlin Berlin
Medizinische Hochschule Brandenburg Theodor Fontane Neuruppin Brandenburg
Universität Hamburg Hamburg Hamburg
Johann-Wolfgang-Goethe-Universität Frankfurt am Main Frankfurt am Main Hessen
Justus-Liebig-Universität Gießen Gießen Hessen
Philipps-Universität Marburg Marburg Hessen
Ernst-Moritz-Arndt-Universität Greifswald Greifswald Mecklenburg-Vorpommern
Universität Rostock Rostock Mecklenburg-Vorpommern
Carl von Ossietzky Universität Oldenburg Oldenburg (Oldb) Niedersachsen
Georg-August-Universität Göttingen Göttingen Niedersachsen
Medizinische Hochschule Hannover Hannover Niedersachsen
Heinrich-Heine-Universität Düsseldorf Düsseldorf Nordrhein-Westfalen
Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen Nordrhein-Westfalen
Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn Bonn Nordrhein-Westfalen
Ruhr-Universität Bochum Bochum Nordrhein-Westfalen
Universität Duisburg-Essen Essen Nordrhein-Westfalen
Universität Witten/Herdecke[21] Witten Nordrhein-Westfalen
Universität zu Köln Köln Nordrhein-Westfalen
Westfälische Wilhelms-Universität Münster Nordrhein-Westfalen
Johannes Gutenberg-Universität Mainz Mainz Rheinland-Pfalz
Universität des Saarlandes Homburg Saarland
Technische Universität Dresden Dresden Sachsen
Universität Leipzig Leipzig Sachsen
Martin-Luther-Universität Halle-Wittenberg Halle Sachsen-Anhalt
Otto-von-Guericke-Universität Magdeburg Magdeburg Sachsen-Anhalt
Christian-Albrechts-Universität zu Kiel Kiel Schleswig-Holstein
Universität zu Lübeck Lübeck Schleswig-Holstein
Friedrich-Schiller-Universität Jena Jena Thüringen

Sumber: Wikipedia

4. Numerus Clausus

Normalnya untuk masuk ke Universitas di Jerman tidak ada test tertulis serperti di Indonesia. Karena ketatnya persaingan, beberapa Universitas  dengan jurusan kedokteran di Jerman memberlakukan test tertulis untuk menguji pengetahuan teknis seputar kedokteran yang bernama Test für Medizinische Studiengänge (TMS). Jangan khawatir TMS tidak untuk mahasiswa Internasional diluar negara Uni Eropa.

 

FAQ Tentang TWS di Websitenya

Universitas Kedokteran di Jerman juga membedakan kriteria penilaian seleksi masuk mahasiswa asing Non- Uni Eropa dengan mahasiswa Jerman dan negara Uni Eropa. Akan tetapi Univeristas di Jerman akan menjamin siswa dengan nilai terbaik akan mendapatkan tempat kuliah kedokteran di Universitas tersebut seperti yang disebutkan di situs jurusan kedokteran di Universitas Bochum. Siswa Indonesia memiliki kesempatan untuk memperbesar peluang diterima kuliah kedokteran di Jerman adalah ketika Studienkolleg untuk belajar untuk mendapatkan nilai terbaik.

Selama proses seleksi juga ada beberapa kategori pendaftar yang harus mengikuti Auswahlgeschpräch (interview) untuk melihat motivasi, pengetahuan dasar, isu terkini seputar dunia medis, dan pengetahuan teknis lainnya. Test ini fungsinya untuk menambah skor dalam memenuhi kriteria penilaian. Misalkan nilai ujian FSP Studienkolleg siswa ada 1.7, maka setelah berhasil melaksanakan test, nilai akhir siswa naik dan  bertambah bobotnya menjadi 1.2.

Sebagai Informasi seluruh jurusan kedokteran di Jerman menerapkan NC (Numerus Clausus) atau seleksi ketat berdasarkan nilai terbaik yang akan diterima. Tidak ada satupun jurusan kedokteran di Jerman yang tidak menggunakan sistem NC ini sebagai syarat masuknya.

5. Kuota Jurusan Kedokteran Seluruh Jerman

Pada bulan Agustus 2017 Stiftung für Hochschulzulassung merilis jumlah pendaftar dan kuota bagi mahasiswa baru jurusan Kedokteran di seluruh Universitas di Jerman pada Wintersemester 2017/2018. Untuk jurusan kedokteran di Jerman yang mendaftar untuk jurusan kedokteran umum di Jerman adalah 43.184 pendaftar dan jumlah kursi yang tersedia adalah 9.176 kursi di seluruh Universitas di Jerman atau 1 kursi berbanding 5 pendaftar.

Jumlah pendaftar pada tahun 2017 berkurang dari setahun sebelumnya yang mencapai 43.827 dan luar biasanya kuota yang ditawarkan pun meningkat dari tahun 2016 sedikit yang hanya ditawarkan sebanyak 9.150.

Peringkat pertama jumlah kuota terbanyak adalah München (gabungan LMU München dan TUM) dengan jumlah kuota yang sangat besar yaitu 870 tempat, diikuti oleh Düsseldorf sebanyak 408 tempat, kemudian Frankfurt am Main sebanyak 389 di tahun 2017. Dari 37 kota, paling sedikit adalah Oldenburg hanya menerima 40 mahasiswa di tahun 2017. Rata-rata keseluruhan Universitas menerima sekitar 200an mahasiswa kedokteran baru pada tahun 2017.

6. Kuota Mahasiswa Asing

Agar persaingan mendapatkan kursi di setiap Universitas berlangsung adil, maka semua Universitas di Jerman memberlakukan kuota bagi mahasiswa asing, supaya mahasiswa asing dapat selalu ada di setiap angkatan.

Untuk itulah kuota bagi mahasiswa asing pun diberlakukan di setiap Univeritas di Jerman sebesar 5% setiap jurusan. Jumlahnya memang terlihat kecil akan tetapi dapat menjaga prosentase mahasiswa internasional untuk bisa merasakan pendidikan profesi dokter di Jerman tanpa harus khawatir kalah bersaing dengan mahasiswa asli Jerman.

Tidak semua pendaftar memenuhi persyaratan nilai minimum untuk mendaftar kedokteran, artinya kuota yang tersedia hanya diperebutkan bagi mereka yang memenuhi persyaratan. Dan sudah menjadi rahasia umum banyak mahasiswa asing berangkat ke Jerman tanpa menggunakan lembaga serperti Jerman Manajemen pasti akan tetap mendaftar walaupun nilai ujian nasional kurang dari syarat yang diminta karena informasi seperti ini hanya dipublikasikan dalam bahasa Jerman. Bantuan dari lembaga seperti Jerman Manajemen mutlak dibutuhkan karena untuk membantu mendapatkan informasi yang akurat dan bimbingan agar memperbesar peluang diterima kulaih kedokteran di Jerman.

Suasana Perkuliahan di Jerman (www.welt.de)

Kesimpulan

  1. Prosentase dan statistik diatas bukanlah justifikasi akhir seseorang apakah bisa berhasil kuliah kedokteran di Jerman. Statistik di atas adalah gambaran di masa mendatang untuk mempersiapkan dari jauh-jauh hari dari segi niat, motivasi,kemampuan bahasa dan nilai UN agar peluang tetap terjaga.
  2. Fokus pada proses saat ini seperti mempersipkan diri dengan belajar dan memahami pelajaran di sekolah agar mendapatkan nilai yang baik. Karena kalau siswa atau orang tua terlalu memikirkan di masa mendatang yang justru akan menyurutkan semangat belajar anak. Proses tidak akan mengkhianati hasil.
  3. Setiap Universitas memiliki kriteria dan prosedur seleksi calon mahasiswa kedokteran di Jerman. Normalnya di Jerman untuk masuk universitas tidak ada tes tertulis seperti di Indonesia, akan tetapi beberapa Universitas menambahkan tes lisan dan tertulis untuk mengetahui pengetahuan dasar siswa yang dibutuhkan nanti ketika kuliah kedokteran di Jerman dan mengukur seberapa besar motivasi siswa.
  4. Berangkat sendiri atau dengan lembaga seperti Jerman Manajemen adalah pilihan masing-masing. Jerman Manajemen menyiapkan semua proses adminsistrasi seperti workshop, terjemahan dokumen, visa, pembukaan rekening, tiket pesawat, pendampingan keberangkatan sampai ke Jerman, penjemputan, kursus bahasa jerman di Sprachenakademie Aachen, kelas tambahan bahasa Jerman serta bimbel pelajaran sekolah di Jerman untuk persiapan ujian masuk Studienkolleg, pendampingan semua urusan birokrasi di Jerman, pendampingan serta panduan pendaftaran Studienkolleg, laporan berkala kepada orang tua perkembangan belajar siswa, dan Jerman Manajemen salah satu lembaga yang menempatkan staff di Jerman untuk memantau dan pusat bantuan serta informasi bagi siswa dan orang tua di Indonesia. Artinya kami tidak akan lepaskan anak di jerman tanpa arahan.
  5. Berikan kesempatan kepada siswa untuk siswa dapat memutuskan jurusan apa yang mereka nanti pelajari, apakah siswa yakin keinginan kuliah kedokteran di Jerman adalah kemauan pribadi atau ada intervensi dari orang tua. Karena semua keputusan tergantung dari minat dan kemampuan anak itu sendiri.

Artikel ini jauh dari kata sempurna untuk dijadikan patokan dan gambaran untuk kuliah kedokteran di Jerman. Semoga bisa menjadi gambaran bagaimana peluang kuliah di Jerman bagi mahasiswa asing seperti Indonesia. Jerman Manajemen siap membantu segaal keperluan persiapan studi kuliah di Jerman dari Indonesia sampai di Jerman.

Informasi dan Konsultasi Studi di Jerman
Telp. (0542) 8512545 / 0813 8543 7999
WA 0852 1553 3344
Line: jerman_manajemen
Instagram: @jerman_manajemen
Facebook: Jerman Manajemen
Email: info@jermanmanajemen.de

error: Content is protected !!
Hallo, ada yang bisa kami bantu?
Powered by